Karena masalah industri otomotif dengan ingat ketika mencoba untuk
pertempuran ekonomi miskin, orang-orang dalam pemasaran dealer mobil
harus menjadi lebih siap dalam hal atau yang akan ditargetkan untuk
kendaraan apa dan lebih kreatif untuk membuat orang tertarik pada
produk. situs dealer mobil harus menjadi lebih efisien ketika datang
menjadi mudah dinavigasi dan memahami dalam rangka mendorong pelanggan
untuk berbagai dealer. Selama beberapa tahun terakhir, telah menarik
untuk melihat bagaimana perusahaan mobil yang berbeda datang untuk
target pelanggan yang sangat spesifik dengan kampanye iklan mereka.
Artikel ini memberikan tiga contoh yang berbeda dari mobil yang telah
mampu untuk mempersempit pasar konsumen mereka untuk sebagian cukup
kecil dari total otomatis konsumen, hanya melalui kampanye iklan mereka.
Toyota Sienna dipasarkan cukup jelas terhadap pelanggan yang memiliki
keluarga. iklan televisi fitur terbaru mereka orangtua yang sebelum
mereka memiliki anak, mengatakan bahwa mereka tidak pernah mau mini-van
sekarang cinta mini-van karena semua ruang dan kemampuan untuk memutar
film atau acara televisi untuk anak-anak mereka. komersial bahkan
menunjukkan ibu memiliki saat santai di mini-van-nya. Jadi tidak hanya
merupakan ibu penargetan komersial dan ayah dengan anak-anak, itu
semakin mengecil pasarnya lebih jauh dengan menargetkan ibu dan ayah
yang tidak pernah dimaksudkan atau berniat untuk memiliki mini-van.
Toyota berusaha untuk membuatnya tampak bahwa ibu dan ayah bisa cool
drive mini-van dan menikmatinya pada saat yang sama.
Mini-Cooper difokuskan pada kerumunan, hip muda. Target mini-tembaga
mereka yang ingin bersenang-senang dengan kendaraan mereka dan mereka
yang menginginkan pengalaman yang lebih dipersonalisasi dengan mobil
mereka. Di kota-kota besar, mini-tembaga memiliki layar yang mengirimkan
pesan pribadi kepada individu mengemudi mobil segera setelah tanda
register yang mobil tertentu di daerah tersebut.
Cube Nissan dipasarkan ke pasar, muda usia 16-25, dengan harga dan
fitur kustomisasi. mobil ini dapat disesuaikan pula driver yang
diinginkan. Bahkan ada situs online di mana konsumen dapat pergi untuk
mencoba kursi yang berbeda, dashboard, dan warna cat luar. Ada juga
pilihan yang berbeda dalam hal fitur dari mobil, seperti CD player atau
built-in radio satelit yang tidak seperti kebanyakan mobil lain. Harga
pada mobil ini ditetapkan lebih rendah daripada rata-rata mobil untuk
menarik perhatian orang-orang muda untuk membeli kendaraan jenis ini.
Hal ini sangat menarik untuk melihat bagaimana setiap industri
otomotif yang mulai segmen pasar mereka. Dengan setiap mobil, Anda akan
dapat melihat perbedaan yang sangat jelas antara masing-masing ketika
datang ke bagaimana kendaraan bermerek dan dijual kepada pelanggan.
Contoh lain yang sangat baru-baru ini pembuat mobil menargetkan pasar
spesifik adalah Toyota dengan Prius. Prius dipasarkan terhadap
orang-orang yang peduli terhadap lingkungan dan mereka yang ingin
menjadi orang pertama yang memiliki teknologi terbaru. Ini akan menarik
di tahun mendatang untuk melihat bagaimana industri auto-mampu menangani
krisis ekonomi dan jika salah satu pembuat otomatis akan meningkatkan
target pasar mereka untuk menyertakan lebih banyak konsumen. Informasi
lebih tentang pemasaran industri otomotif: bursa otomotif
Rabu, 06 Juni 2012
Banjir lumpur panas Sidoarjo
Banjir Lumpur Panas Sidoarjo atau lebih dikenal sebagai bencana Lumpur Lapindo, adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc di Dusun Balongnongo Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, sejak tanggal 29 Mei 2006.
Semburan lumpur panas selama beberapa bulan ini menyebabkan
tergenangnya kawasan permukiman, pertanian, dan perindustrian di tiga
kecamatan di sekitarnya, serta memengaruhi aktivitas perekonomian di Jawa Timur.
Lokasi pusat semburan hanya berjarak 150 meter dari sumur Banjar Panji-1 (BJP-1), yang merupakan sumur eksplorasi gas milik Lapindo Brantas Inc sebagai operator blok Brantas. Oleh karena itu, hingga saat ini, semburan lumpur panas tersebut diduga diakibatkan aktivitas pengeboran yang dilakukan Lapindo Brantas di sumur tersebut. Pihak Lapindo Brantas sendiri punya dua teori soal asal semburan. Pertama, semburan lumpur berhubungan dengan kesalahan prosedur dalam kegiatan pengeboran. Kedua, semburan lumpur kebetulan terjadi bersamaan dengan pengeboran akibat sesuatu yang belum diketahui. Namun bahan tulisan lebih banyak yang condong kejadian itu adalah akibat pemboran.
Lokasi semburan lumpur tersebut merupakan kawasan pemukiman dan di sekitarnya merupakan salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur. Tak jauh dari lokasi semburan terdapat jalan tol Surabaya-Gempol, jalan raya Surabaya-Malang dan Surabaya-Pasuruan-Banyuwangi (jalur pantura timur), serta jalur kereta api lintas timur Surabaya-Malang dan Surabaya-Banyuwangi,Indonesia
Lapindo Brantas melakukan pengeboran sumur Banjar Panji-1 pada awal Maret 2006 dengan menggunakan perusahaan kontraktor pengeboran PT Medici Citra Nusantara. Kontrak itu diperoleh Medici atas nama Alton International Indonesia, Januari 2006, setelah menang tender pengeboran dari Lapindo senilai US$ 24 juta.
Pada awalnya sumur tersebut direncanakan hingga kedalaman 8500 kaki (2590 meter) untuk mencapai formasi Kujung (batu gamping). Sumur tersebut akan dipasang selubung bor (casing ) yang ukurannya bervariasi sesuai dengan kedalaman untuk mengantisipasi potensi circulation loss (hilangnya lumpur dalam formasi) dan kick (masuknya fluida formasi tersebut ke dalam sumur) sebelum pengeboran menembus formasi Kujung.
Sesuai dengan desain awalnya, Lapindo “sudah” memasang casing 30 inchi pada kedalaman 150 kaki, casing 20 inchi pada 1195 kaki, casing (liner) 16 inchi pada 2385 kaki dan casing 13-3/8 inchi pada 3580 kaki (Lapindo Press Rilis ke wartawan, 15 Juni 2006). Ketika Lapindo mengebor lapisan bumi dari kedalaman 3580 kaki sampai ke 9297 kaki, mereka “belum” memasang casing 9-5/8 inchi yang rencananya akan dipasang tepat di kedalaman batas antara formasi Kalibeng Bawah dengan Formasi Kujung (8500 kaki).
Diperkirakan bahwa Lapindo, sejak awal merencanakan kegiatan pemboran ini dengan membuat prognosis pengeboran yang salah. Mereka membuat prognosis dengan mengasumsikan zona pemboran mereka di zona Rembang dengan target pemborannya adalah formasi Kujung. Padahal mereka membor di zona Kendeng yang tidak ada formasi Kujung-nya. Alhasil, mereka merencanakan memasang casing setelah menyentuh target yaitu batu gamping formasi Kujung yang sebenarnya tidak ada. Selama mengebor mereka tidak meng-casing lubang karena kegiatan pemboran masih berlangsung. Selama pemboran, lumpur overpressure (bertekanan tinggi) dari formasi Pucangan sudah berusaha menerobos (blow out) tetapi dapat di atasi dengan pompa lumpurnya Lapindo (Medici).
Setelah kedalaman 9297 kaki, akhirnya mata bor menyentuh batu gamping. Lapindo mengira target formasi Kujung sudah tercapai, padahal mereka hanya menyentuh formasi Klitik. Batu gamping formasi Klitik sangat porous (bolong-bolong). Akibatnya lumpur yang digunakan untuk melawan lumpur formasi Pucangan hilang (masuk ke lubang di batu gamping formasi Klitik) atau circulation loss sehingga Lapindo kehilangan/kehabisan lumpur di permukaan.
Akibat dari habisnya lumpur Lapindo, maka lumpur formasi Pucangan berusaha menerobos ke luar (terjadi kick). Mata bor berusaha ditarik tetapi terjepit sehingga dipotong. Sesuai prosedur standard, operasi pemboran dihentikan, perangkap Blow Out Preventer (BOP) di rig segera ditutup & segera dipompakan lumpur pemboran berdensitas berat ke dalam sumur dengan tujuan mematikan kick. Kemungkinan yang terjadi, fluida formasi bertekanan tinggi sudah terlanjur naik ke atas sampai ke batas antara open-hole dengan selubung di permukaan (surface casing) 13 3/8 inchi. Di kedalaman tersebut, diperkirakan kondisi geologis tanah tidak stabil & kemungkinan banyak terdapat rekahan alami (natural fissures) yang bisa sampai ke permukaan. Karena tidak dapat melanjutkan perjalanannya terus ke atas melalui lubang sumur disebabkan BOP sudah ditutup, maka fluida formasi bertekanan tadi akan berusaha mencari jalan lain yang lebih mudah yaitu melewati rekahan alami tadi & berhasil. Inilah mengapa surface blowout terjadi di berbagai tempat di sekitar area sumur, bukan di sumur itu sendiri.
Perlu diketahui bahwa untuk operasi sebuah kegiatan pemboran MIGAS di Indonesia setiap tindakan harus seijin BP MIGAS, semua dokumen terutama tentang pemasangan casing sudah disetujui oleh BP MIGAS.
Dalam AAPG 2008 International Conference & Exhibition dilaksanakan di Cape Town International Conference Center, Afrika Selatan, tanggal 26-29 Oktober 2008, merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh American Association of Petroleum Geologists (AAPG) dihadiri oleh ahli geologi seluruh dunia, menghasilan pendapat ahli: 3 (tiga) ahli dari Indonesia mendukung GEMPA YOGYA sebagai penyebab, 42 (empat puluh dua) suara ahli menyatakan PEMBORAN sebagai penyebab, 13 (tiga belas) suara ahli menyatakan KOMBINASI Gempa dan Pemboran sebagai penyebab, dan 16 (enam belas suara) ahli menyatakan belum bisa mengambil opini. Laporan audit Badan Pemeriksa Keuangan tertanggal 29 Mei 2007 juga menemukan kesalahan-kesalahan teknis dalam proses pemboran.
Daftar isi |
Lokasi
Lokasi semburan lumpur ini berada di Porong, yakni kecamatan di bagian selatan Kabupaten Sidoarjo, sekitar 12 km sebelah selatan kota Sidoarjo. Kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Gempol (Kabupaten Pasuruan) di sebelah selatan.Lokasi pusat semburan hanya berjarak 150 meter dari sumur Banjar Panji-1 (BJP-1), yang merupakan sumur eksplorasi gas milik Lapindo Brantas Inc sebagai operator blok Brantas. Oleh karena itu, hingga saat ini, semburan lumpur panas tersebut diduga diakibatkan aktivitas pengeboran yang dilakukan Lapindo Brantas di sumur tersebut. Pihak Lapindo Brantas sendiri punya dua teori soal asal semburan. Pertama, semburan lumpur berhubungan dengan kesalahan prosedur dalam kegiatan pengeboran. Kedua, semburan lumpur kebetulan terjadi bersamaan dengan pengeboran akibat sesuatu yang belum diketahui. Namun bahan tulisan lebih banyak yang condong kejadian itu adalah akibat pemboran.
Lokasi semburan lumpur tersebut merupakan kawasan pemukiman dan di sekitarnya merupakan salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur. Tak jauh dari lokasi semburan terdapat jalan tol Surabaya-Gempol, jalan raya Surabaya-Malang dan Surabaya-Pasuruan-Banyuwangi (jalur pantura timur), serta jalur kereta api lintas timur Surabaya-Malang dan Surabaya-Banyuwangi,Indonesia
Perkiraan penyebab kejadian
Ada yang mengatakan bahwa lumpur Lapindo meluap karena kegiatan PT Lapindo di dekat lokasi itu.Lapindo Brantas melakukan pengeboran sumur Banjar Panji-1 pada awal Maret 2006 dengan menggunakan perusahaan kontraktor pengeboran PT Medici Citra Nusantara. Kontrak itu diperoleh Medici atas nama Alton International Indonesia, Januari 2006, setelah menang tender pengeboran dari Lapindo senilai US$ 24 juta.
Pada awalnya sumur tersebut direncanakan hingga kedalaman 8500 kaki (2590 meter) untuk mencapai formasi Kujung (batu gamping). Sumur tersebut akan dipasang selubung bor (casing ) yang ukurannya bervariasi sesuai dengan kedalaman untuk mengantisipasi potensi circulation loss (hilangnya lumpur dalam formasi) dan kick (masuknya fluida formasi tersebut ke dalam sumur) sebelum pengeboran menembus formasi Kujung.
Sesuai dengan desain awalnya, Lapindo “sudah” memasang casing 30 inchi pada kedalaman 150 kaki, casing 20 inchi pada 1195 kaki, casing (liner) 16 inchi pada 2385 kaki dan casing 13-3/8 inchi pada 3580 kaki (Lapindo Press Rilis ke wartawan, 15 Juni 2006). Ketika Lapindo mengebor lapisan bumi dari kedalaman 3580 kaki sampai ke 9297 kaki, mereka “belum” memasang casing 9-5/8 inchi yang rencananya akan dipasang tepat di kedalaman batas antara formasi Kalibeng Bawah dengan Formasi Kujung (8500 kaki).
Diperkirakan bahwa Lapindo, sejak awal merencanakan kegiatan pemboran ini dengan membuat prognosis pengeboran yang salah. Mereka membuat prognosis dengan mengasumsikan zona pemboran mereka di zona Rembang dengan target pemborannya adalah formasi Kujung. Padahal mereka membor di zona Kendeng yang tidak ada formasi Kujung-nya. Alhasil, mereka merencanakan memasang casing setelah menyentuh target yaitu batu gamping formasi Kujung yang sebenarnya tidak ada. Selama mengebor mereka tidak meng-casing lubang karena kegiatan pemboran masih berlangsung. Selama pemboran, lumpur overpressure (bertekanan tinggi) dari formasi Pucangan sudah berusaha menerobos (blow out) tetapi dapat di atasi dengan pompa lumpurnya Lapindo (Medici).
Setelah kedalaman 9297 kaki, akhirnya mata bor menyentuh batu gamping. Lapindo mengira target formasi Kujung sudah tercapai, padahal mereka hanya menyentuh formasi Klitik. Batu gamping formasi Klitik sangat porous (bolong-bolong). Akibatnya lumpur yang digunakan untuk melawan lumpur formasi Pucangan hilang (masuk ke lubang di batu gamping formasi Klitik) atau circulation loss sehingga Lapindo kehilangan/kehabisan lumpur di permukaan.
Akibat dari habisnya lumpur Lapindo, maka lumpur formasi Pucangan berusaha menerobos ke luar (terjadi kick). Mata bor berusaha ditarik tetapi terjepit sehingga dipotong. Sesuai prosedur standard, operasi pemboran dihentikan, perangkap Blow Out Preventer (BOP) di rig segera ditutup & segera dipompakan lumpur pemboran berdensitas berat ke dalam sumur dengan tujuan mematikan kick. Kemungkinan yang terjadi, fluida formasi bertekanan tinggi sudah terlanjur naik ke atas sampai ke batas antara open-hole dengan selubung di permukaan (surface casing) 13 3/8 inchi. Di kedalaman tersebut, diperkirakan kondisi geologis tanah tidak stabil & kemungkinan banyak terdapat rekahan alami (natural fissures) yang bisa sampai ke permukaan. Karena tidak dapat melanjutkan perjalanannya terus ke atas melalui lubang sumur disebabkan BOP sudah ditutup, maka fluida formasi bertekanan tadi akan berusaha mencari jalan lain yang lebih mudah yaitu melewati rekahan alami tadi & berhasil. Inilah mengapa surface blowout terjadi di berbagai tempat di sekitar area sumur, bukan di sumur itu sendiri.
Perlu diketahui bahwa untuk operasi sebuah kegiatan pemboran MIGAS di Indonesia setiap tindakan harus seijin BP MIGAS, semua dokumen terutama tentang pemasangan casing sudah disetujui oleh BP MIGAS.
Dalam AAPG 2008 International Conference & Exhibition dilaksanakan di Cape Town International Conference Center, Afrika Selatan, tanggal 26-29 Oktober 2008, merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh American Association of Petroleum Geologists (AAPG) dihadiri oleh ahli geologi seluruh dunia, menghasilan pendapat ahli: 3 (tiga) ahli dari Indonesia mendukung GEMPA YOGYA sebagai penyebab, 42 (empat puluh dua) suara ahli menyatakan PEMBORAN sebagai penyebab, 13 (tiga belas) suara ahli menyatakan KOMBINASI Gempa dan Pemboran sebagai penyebab, dan 16 (enam belas suara) ahli menyatakan belum bisa mengambil opini. Laporan audit Badan Pemeriksa Keuangan tertanggal 29 Mei 2007 juga menemukan kesalahan-kesalahan teknis dalam proses pemboran.
Forum Ekonomi Dunia
Forum Eknomi Dunia atau lebih dikenal dengan nama World Economic Forum (WEF) adalah sebuah yayasan organisasi non profit yang didirikan di Jenewa dan terkenal dengan pertemuan tahunannya di Davos, Swiss
yang mana selalu mempertemukan para pemimpin atas bisnis dunia,
pemimpin politik seluruh dunia, cendekiawan dan wartawan terpilih untuk
mendiskusikan masalah penting yang dihadapi dunia termasuk keseheatan
dan lingkungan. Forum ini juga mengadakan "Annual Meeting of the New
Champions" di Cina dan beberapa sesi pertemuan wilayah setiap tahunnya. Organisasi ini didirikan pada tahun 1971 oleh Klaus M. Schwab, seorang profesor bisinis di Swiss.[1]
Selain pertemuan, Forum ini menghasilkan beberapa seri laporan
penelitian dan melibatkan anggotanya untuk melakukan inisiatif di
sektor-sektor tertentu
Selasa, 05 Juni 2012
Polda Lampung Sita Sabu dan Senpi Ilegal
Jajaran Satuan Narkoba
(Kepolisian Daerah) Polda Lampung berhasil membekuk tiga pelaku pemilik
senjata api ilegal jenis sof gun dan pengedar narkoba di Teluk Betung
Selatan dan Panjang, Bandarlampung, Senin (4/6).
"Berdasarkan informasi masyarakat, Tim Opsnal Subdit I langsung mendatangi TKP. Setelah dilakukan penyidikan kemudian petugas melakukan pengerebekan dan penggeledahan di rumah tersangka Nunung, 39, warga Yos Sudarso, Kelurahan Garuntang, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Bandarlampung. Di rumah Nunung ditemukan 1 paket sabu yang telah terpakai," ungkap Kasubdit I Narkoba Polda Lampung AKBP Parulian Simamora, Selasa (5/6).
Dari penangkapan Nunung, petugas kembali melakukan pengembangan penyidikan di wilayah Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Panjang, Bandarlampung. Di tempat ini petugas berhasil meringkus Erwin, 24, dan Wawan, 41.
Setelah dilakukan penggeledahan di rumah tersangka ditemukan satu bungkus plastik bening yang berisikan sabu seberat 2,02 Gram, satu unit timbangan, dan dua pucuk pistol jenis softgun.
Di hadapan petugas ketiga tersangka mengaku tidak saling mengenal satu sama lainnya. Menurut salah seorang tersangka, Wawan, yang memiliki kartu anggota Perbakin, sabu dan dua pucuk senpi tersebut didapatkan dari seorang temannya.
Wawan mengaku sudah delapan bulan ini dirinya melakukan transaksi narkoba. Sedangkan, mengenai kepemilikan dua pucuk senjata jenis softgun, wawan mengatakan, "Saya hanya dititipi rekan untuk diperbaiki, karena tidak bisa digunakan."
Menurut Parulian, saat ini pihaknya sedang melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan narkoba tersebut.
"Untuk sementara, petugas masih melakukan pemeriksaan dan pengembangan penyidikan terhadap para pelaku, guna menangkap dan mengungkap kasus jaringan narkoba tersebut," pungkasParulian.
Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih menambahkan Polda Lampung tak henti-hentinya menghimbau kepada seluruh masyaraat, agar menjaga lingkungannya dari penyakit masyarakat.
"Jika ada hal-hal yang mencurigakan, segera laporkan kepada petugas. Biar dapat ditanggulangi sejak dini," ujarnya.
Sulis berharap peran masyarakat sangatlah dibutuhkan dalam menjamin keamanan dan kenyamanan daerah ini. Mengingat, perbandingan personil Polri dengan masyarakat masih jauh dari harapan. (NV/OL-10)
"Berdasarkan informasi masyarakat, Tim Opsnal Subdit I langsung mendatangi TKP. Setelah dilakukan penyidikan kemudian petugas melakukan pengerebekan dan penggeledahan di rumah tersangka Nunung, 39, warga Yos Sudarso, Kelurahan Garuntang, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Bandarlampung. Di rumah Nunung ditemukan 1 paket sabu yang telah terpakai," ungkap Kasubdit I Narkoba Polda Lampung AKBP Parulian Simamora, Selasa (5/6).
Dari penangkapan Nunung, petugas kembali melakukan pengembangan penyidikan di wilayah Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Panjang, Bandarlampung. Di tempat ini petugas berhasil meringkus Erwin, 24, dan Wawan, 41.
Setelah dilakukan penggeledahan di rumah tersangka ditemukan satu bungkus plastik bening yang berisikan sabu seberat 2,02 Gram, satu unit timbangan, dan dua pucuk pistol jenis softgun.
Di hadapan petugas ketiga tersangka mengaku tidak saling mengenal satu sama lainnya. Menurut salah seorang tersangka, Wawan, yang memiliki kartu anggota Perbakin, sabu dan dua pucuk senpi tersebut didapatkan dari seorang temannya.
Wawan mengaku sudah delapan bulan ini dirinya melakukan transaksi narkoba. Sedangkan, mengenai kepemilikan dua pucuk senjata jenis softgun, wawan mengatakan, "Saya hanya dititipi rekan untuk diperbaiki, karena tidak bisa digunakan."
Menurut Parulian, saat ini pihaknya sedang melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan narkoba tersebut.
"Untuk sementara, petugas masih melakukan pemeriksaan dan pengembangan penyidikan terhadap para pelaku, guna menangkap dan mengungkap kasus jaringan narkoba tersebut," pungkasParulian.
Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih menambahkan Polda Lampung tak henti-hentinya menghimbau kepada seluruh masyaraat, agar menjaga lingkungannya dari penyakit masyarakat.
"Jika ada hal-hal yang mencurigakan, segera laporkan kepada petugas. Biar dapat ditanggulangi sejak dini," ujarnya.
Sulis berharap peran masyarakat sangatlah dibutuhkan dalam menjamin keamanan dan kenyamanan daerah ini. Mengingat, perbandingan personil Polri dengan masyarakat masih jauh dari harapan. (NV/OL-10)
bsejarah bogor
BOGOR, (PRLM).- Benda peninggalan sejarah yang
ada di wilayah Bogor rawan hilang dan tidak terungkap. Beberapa
penyebabnya selain karena diperjualbelikan ke luar negeri dan
dimanfaatkan oleh orang tidak bertanggung jawab, ketidaktahuan
masyarakat juga menyebabkan benda hasil sejarah/prasejarah itu rusak.
Akibatnya, banyak sejarah Sunda yang belum bisa terungkap karena bukti
sejarahnya menghilang.
Isu ini mencuat di sela-sela peresmiaan Bale Pakuan yang digagas Gentra Pajajaran di kediaman Wakil Bupati Bogor sekaligus pemerhati budaya, Karyawan Fathurahman di Karadenan, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (2/6/12) sore. Karyawan Fathurahman yang biasa disapa Karfat mencontohkan kasus jual beli batu kuya yang ditemukan di wilayah Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor tahun 2008 membuktikan betapa mudahnya benda cagar budaya diperjualbelikan.
Saat itu, sejumlah budayawan dana sejarawan menduga, batu kuya itu merupakan batu bukti sejarah Sunda. Namun, oleh oknum tertentu dijual ke Korea Selatan dengan nilai miliaran rupiah. Pemerintah, lanjut Karfat sulit mendapatkan kembali batu itu karena harus menebus dengan harga yang berlipat-lipat. "Jika bukan sesuatu yang berharga dinilai dari segi sejarah, buat apa orang asing mau beli batu seharga miliaran rupiah?" tuturnya.
Menurut Karfat, batu atau benda apapun itu yang merupakan temuan sejarah/budaya seharusnya diteliti oleh kita karena itu bukti sejarah kita. "Hanya karena ketidaktahuan atau malah karena faktor ekonomi jangan sampai benda-benda cagar budaya kita menghilang satu-persatu," ungkap Karfat.
Wilayah Bogor, lanjut Karfat, dipercaya sebagai cikal bakal kerajaan Sunda yang sarat dengan muatan luhur serta peninggalan sejarah/prasejarah yang bernilai tinggi. Hanya saja, sebagian besar peninggalan sejarah/prasejarah tidak berbekas karena dirusak oleh generasi penerusnya. Diyakini Karfat, masih banyak peninggalan sejarah yang belum tergali dan masih terpendam di seluruh wilayah Bogor.
"Saya melihat sendiri, batu-batu bukti sejarah di beberapa wilayah di Kabupaten Bogor malah dipecah buat bahan bangunan, buat ini itu. Tidak ada yang menghargainya sebagai benda bukti sejarah kita," lanjut Karfat.
Jika bukti sejarah itu hilang, Karfat khawatir generasi penerus tidak tahu sejarah bangsanya sendiri. Menghargai peninggalan sejarah, kata Karfat bukan berarti mengagungkan sisi mistisnya. "Kita harus ingat, dari mana kita berasal. Tanpa sejarah, kita tidak akan ada," lanjutnya. Selain itu, ajaran Ki Sunda juga bernilai tinggi dan diyakini Karfat mampu mesejahterakan rakyat. Semakin jauh dari ajaran Ki Sunda, semakin jauh pula kesejahteraan rakyat yang didambakan. (A-155/A-108)***
Isu ini mencuat di sela-sela peresmiaan Bale Pakuan yang digagas Gentra Pajajaran di kediaman Wakil Bupati Bogor sekaligus pemerhati budaya, Karyawan Fathurahman di Karadenan, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (2/6/12) sore. Karyawan Fathurahman yang biasa disapa Karfat mencontohkan kasus jual beli batu kuya yang ditemukan di wilayah Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor tahun 2008 membuktikan betapa mudahnya benda cagar budaya diperjualbelikan.
Saat itu, sejumlah budayawan dana sejarawan menduga, batu kuya itu merupakan batu bukti sejarah Sunda. Namun, oleh oknum tertentu dijual ke Korea Selatan dengan nilai miliaran rupiah. Pemerintah, lanjut Karfat sulit mendapatkan kembali batu itu karena harus menebus dengan harga yang berlipat-lipat. "Jika bukan sesuatu yang berharga dinilai dari segi sejarah, buat apa orang asing mau beli batu seharga miliaran rupiah?" tuturnya.
Menurut Karfat, batu atau benda apapun itu yang merupakan temuan sejarah/budaya seharusnya diteliti oleh kita karena itu bukti sejarah kita. "Hanya karena ketidaktahuan atau malah karena faktor ekonomi jangan sampai benda-benda cagar budaya kita menghilang satu-persatu," ungkap Karfat.
Wilayah Bogor, lanjut Karfat, dipercaya sebagai cikal bakal kerajaan Sunda yang sarat dengan muatan luhur serta peninggalan sejarah/prasejarah yang bernilai tinggi. Hanya saja, sebagian besar peninggalan sejarah/prasejarah tidak berbekas karena dirusak oleh generasi penerusnya. Diyakini Karfat, masih banyak peninggalan sejarah yang belum tergali dan masih terpendam di seluruh wilayah Bogor.
"Saya melihat sendiri, batu-batu bukti sejarah di beberapa wilayah di Kabupaten Bogor malah dipecah buat bahan bangunan, buat ini itu. Tidak ada yang menghargainya sebagai benda bukti sejarah kita," lanjut Karfat.
Jika bukti sejarah itu hilang, Karfat khawatir generasi penerus tidak tahu sejarah bangsanya sendiri. Menghargai peninggalan sejarah, kata Karfat bukan berarti mengagungkan sisi mistisnya. "Kita harus ingat, dari mana kita berasal. Tanpa sejarah, kita tidak akan ada," lanjutnya. Selain itu, ajaran Ki Sunda juga bernilai tinggi dan diyakini Karfat mampu mesejahterakan rakyat. Semakin jauh dari ajaran Ki Sunda, semakin jauh pula kesejahteraan rakyat yang didambakan. (A-155/A-108)***
Miss Indonesia 2012 Kagumi Bangunan Sejarah Spanyol
Miss Indonesia 2012 Ines Putri Tjiptadi Chandra memandang traveling sebagai sebuah kewajiban. Lebih spesifik, dia menyukai destinasi wisata kuliner dan sejarah.
”Buat aku, traveling tujuannya mencari tempat yang memiliki keunikan. Justru keunikan itulah yang jadi lebih menantang dan menjadi sebuah hal yang baru,” katanya saat berkunjung ke redaksi Okezone di Gedung HighEnd, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, baru-baru ini.
Hal unik yang dimaksud atlet pegolf profesional ini salah satunya ditemui ketika berkunjung ke Thailand pada awal tahun lalu. "Dari semua tempat yang pernah aku datangi, Thaliand yang paling berkesan untuk wisata kuliner sedangakan wisata sejarah, yang paling berkesan adalah Spanyol," imbuhnya.
Dia mengakui, kuliner Thailand dan Filipina sangat lezat dan tiada duanya. Sementara, Spanyol menyimpan kekayaan bangunan sejarah yang sangat kaya.
“Seperti bandara yang ada di Spanyol. Bangunannya itu sangat menarik untuk difoto," imbuhnya.
Kegemaran traveling wanita asal Bali ini tampak dari begitu banyak tempat yang telah dia jelajahi. Ines mengaku sudah pernah mengunjungi beberapa negara Eropa, Thailand, Singapura, Spanyol, Filipina, dan Malysia.
”Buat aku, traveling tujuannya mencari tempat yang memiliki keunikan. Justru keunikan itulah yang jadi lebih menantang dan menjadi sebuah hal yang baru,” katanya saat berkunjung ke redaksi Okezone di Gedung HighEnd, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, baru-baru ini.
Hal unik yang dimaksud atlet pegolf profesional ini salah satunya ditemui ketika berkunjung ke Thailand pada awal tahun lalu. "Dari semua tempat yang pernah aku datangi, Thaliand yang paling berkesan untuk wisata kuliner sedangakan wisata sejarah, yang paling berkesan adalah Spanyol," imbuhnya.
Dia mengakui, kuliner Thailand dan Filipina sangat lezat dan tiada duanya. Sementara, Spanyol menyimpan kekayaan bangunan sejarah yang sangat kaya.
“Seperti bandara yang ada di Spanyol. Bangunannya itu sangat menarik untuk difoto," imbuhnya.
Kegemaran traveling wanita asal Bali ini tampak dari begitu banyak tempat yang telah dia jelajahi. Ines mengaku sudah pernah mengunjungi beberapa negara Eropa, Thailand, Singapura, Spanyol, Filipina, dan Malysia.
Warga: Ini soal Nilai Sejarah
Di balik penolakan terhadap rencana penertiban rumah negara (rumah
dinas) yang akan dilakukan Danlantamal III-TNI AL di kompleks TNI AL
Radio Dalam, Kelurahan Gandaria Utara, Kecamatan Kebayoran Jakarta
Selatan, ada kisah haru yang diceritakan seorang warga.
“Tiga puluh tahun lebih saya menempati rumah di kompleks ini. Saat masih pakai bilik (gedek) sampai ke tembok seperti sekarang. Ayah saya pergi berperang dan kami menjaga rumah ini," jelas Ibu D (nama jelas disamarkan), kepada Gatranews, Senin (6/6).
Ibu D menilai, penolakan warga terhadap rencana penertiban rumah ini bukan soal berapa ganti rugi yang cocok untuk dibayarkan, melainkan soal nilai sejarah rumah ini.
“Bukan Rp 50 juta yang saya soal, tetapi nilai sejarahnya. Di rumah masih ada piagam penghargaan ayah, bintang penghargaan. Dan saat ayah meninggal dimakamkan di TMP Kalibata. Masa negara menghargai jasa ayah seperti ini? Ada nilai sejarah yang saya perjuangkan di sini," ungkap Ibu D.
Mengenai rumah-rumah lainnya, Ibu D menjelaskan bahwa satu rumah tidak hanya dihuni oleh satu keluarga, melainkan bisa beberapa keluarga. “Masa mereka di usir juga, uang penggnti Rp 50 juta itu mampu melengkapi apa?" tegasnya.
Sebagaimana diberitakan, Senin (6/6), Danlantamal III-TNI AL akan menertibkan rumah negara TNI AL di kelurahan Gandaria, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Berdasarkan keterangan warga, sebanyak 10 truk tronton disiapkan untuk eksekusi tersebut. Namun demikian, warga tetap mengupayakan dialog persuasif, guna mencari solusi dari masalah ini. [WFz]
“Tiga puluh tahun lebih saya menempati rumah di kompleks ini. Saat masih pakai bilik (gedek) sampai ke tembok seperti sekarang. Ayah saya pergi berperang dan kami menjaga rumah ini," jelas Ibu D (nama jelas disamarkan), kepada Gatranews, Senin (6/6).
Ibu D menilai, penolakan warga terhadap rencana penertiban rumah ini bukan soal berapa ganti rugi yang cocok untuk dibayarkan, melainkan soal nilai sejarah rumah ini.
“Bukan Rp 50 juta yang saya soal, tetapi nilai sejarahnya. Di rumah masih ada piagam penghargaan ayah, bintang penghargaan. Dan saat ayah meninggal dimakamkan di TMP Kalibata. Masa negara menghargai jasa ayah seperti ini? Ada nilai sejarah yang saya perjuangkan di sini," ungkap Ibu D.
Mengenai rumah-rumah lainnya, Ibu D menjelaskan bahwa satu rumah tidak hanya dihuni oleh satu keluarga, melainkan bisa beberapa keluarga. “Masa mereka di usir juga, uang penggnti Rp 50 juta itu mampu melengkapi apa?" tegasnya.
Sebagaimana diberitakan, Senin (6/6), Danlantamal III-TNI AL akan menertibkan rumah negara TNI AL di kelurahan Gandaria, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Berdasarkan keterangan warga, sebanyak 10 truk tronton disiapkan untuk eksekusi tersebut. Namun demikian, warga tetap mengupayakan dialog persuasif, guna mencari solusi dari masalah ini. [WFz]
Langganan:
Postingan (Atom)